Postingan

MENONTON KUCUMBU TUBUH INDAHKU, MERAYAKAN TUBUH

Gambar
  JUMAT, 10 MEI 2019. Gua mengunjungi sebuah bioskop di daerah Tam an Ismail Marzuki , Jakarta Pusat, dan gua gak sendirian. Karena gua ditemani sama tem an—y a lebih tepatnya gua memaksa dia untuk menemani gua nonton . Alasan klasiknya itu biar gak nge- rasa crunchy pas di dalam studio. Di awal bulan M ei ini pastinya sudah menjadi hari-hari yang basi untuk menonton film bioskop. Oleh sebab itu, gua memilih untuk nonton film yang ditentang oleh banyak pihak sebab lebih asyik ketimbang nonton efenjer (dibaca: Avanger ). Pun kalo gua nontonnya efenjer dan nge-review film itu, gua harus berpikir dua kali. Karena kemarin gua baca berita, ada korban pemukulan atau pengroyokan , karena korban nge- spoiler- in film efenjer. Pastinya, gua sudah berpikir bahwa hal itu akan merenggut muka gua yang cantik ini dan gua akan kehilangan kesempatan untuk ikut miss universe. Kenapa sih gua lebih mili h mengulas film ini? Karena gua gemes banget sama orang-orang yang menilai b...

Ngabuburit di Hari Pertama Ramadhan

Gambar
  Selama 18 tahun gua   hidup, mimpi gua cuma satu pada saat bulan Ramadhan tiba, yaitu gua bisa ngabuburit di hari pertama puasa seperti yang di lakukan khalayak. Namun, dari tahun ke tahun dan gua belum pernah merasakan kenikmatan ngabuburit di hari pertama puasa. Ya, gua yakin lo semua pasti pada ketawa atauapun menganggap ini adalah suatu ketidakmungkinan. “Bagaimana mungkin seseorang gak pernah ngabuburit di hari pertama puasa?”, bagi gua dan sebagian orang itu mungkin saja terjadi. Karena setiap bulan ramadhan tiba, gua harus berdagang di pinggir jalan kawasan seitar rumah gua. Gua gak pernah malu buat jualan takjil, tapi dalam hati kecil gua hanya ingn merasakan ngabuburit di hari pertama puasa. Gua selalu erpikir “apa gua bisa ngabuburit?”, tapi gua buang pikiran itu jauh-jauh dan gua gak bisa berlarut dan keinginan gua ini. karena mamake dan bapake  gua  bertumpu untuk membiayai semua nya berkat hasil dari jualan takjil ini. Saat bulan R...

Diktator Muda Dan Si Jancuk

Gambar
               Instansi pendidikan jaman sekarang tak ada bedanya dengan jaman dahulu. Bahkan, dapat dibilang lebih terpuruk. Sistem pendidikan yang “katanya” kian maju, masih terkalahkan oleh perkembangan mesin jahit. Khalayak akalnya telah diinjak-injak, rasanya seperti menjadi kerbau yang terus di kacung. Sungguh menyedihkan, para diktator muda mulai mengembang biak kan kekerasan yang telah ia pupuk lama. Ia tuaikan pupuk itu kedalam syaraf dan jiwa para nara yang tak berdaya, dengan iming-iming bahwa yang ia tuaikan adalah sebuah pendidikan. Rasanya tak pantas jika yang telah mereka, diktator muda, lakukan dikatakan sebagai mendidik, membina, maupun menempa. Tak ada dari ketiga kata tersebut layak untuk disandingkan dengan perbuatan yang telah mereka lakukan.  Mereka telah melakukan penghinaan kepada khalayak! Diantara khalayak yang dikerbaui, si jancuk itu belum memperlihatkan batang ke-jancuk-an nya itu. Hanya menunggu waktu...

CERBUNG (Cerita Ga Nyambung)

Gambar
AGUSTUS Terik mentari mengernyit hingga kulit. Para murid baru yang di senandungkan dengan panasnya mentari mulai melesu. Tak pula, para senior yang menjemur mereka. Rimbunan pohon mengalunkan melodi kegersangan. Hari yang menyialkan, seperti berada di marauke, tersedia banyak air tapi dahaga kering dengan cepat. Lambat laun kepenatan sudah mulai klimaks pada panas yang tidak akan tertandingi. Semua murid baru dipersilahkan masuk ke dalam kelas oleh semua senior. Di gedung yang di punggungi oleh masjid. Massa, murid, masuk ke dalam kelas dengan tertata dan tanpa kerusuhan sedikit pun. “semuanya duduk” sahutku dalam ruang itu. Keramaian yang lalu telah digantikan oleh keheningan. “nama saya , lantana. Sayakakak pembimbing kalian. Tapi, jangan panggil saya kakak. Karena saya bukan kakak kalian. Ada pertanyaan?” tegasku dalam keheningan ruang itu. Hening dalam kecanggungan, itu lebih baik, yang tidak terbenam hingga bel istirahat berbunyi lantang. Aku dapat bertaruh pa...

Catatan Kecil

Kamu tahu cerita habibie ainun? Ah, bahkan saya hapal kisah romansa dari kahlil dan wanitanya dalam buku 'the broken wings' Tapi apakah saya tahu rasanya jatuh hati? Ah, saya lupa bahkan saya tak tahu caranya Apakah karena saya terlalu asyik membaca tulisan hok gie? Sampai tak tahu apa itu cinta sejati Atau terlalu berlarut dalam sajak-sajak chairil anwar? Menjadi sebab saya terlalu terbuai ke-fana-an dari cinta

LAYAKKAH SEORANG 'G' DEMIKIAN?

Gambar
Rabu, 21 maret 2018: Sebuah kisah fakta yang bisa kau sebut fiksi, karena bercampur dengan opini. Pukul 8 lewat beberapa menit. Saya berada di Ruang itu untuk melaksanakan ujian. Jika kalian bertanya, kenapa saya harus ujian di Ruang itu, menurut saya ini tidak penting. Karena tulisan ini ditulis bukanlah perihal saya. Tapi lebih dari itu. Yang terpenting untuk dirimu adalah saya mendapat banyak informasi di Ruang itu. Karenanya saya menuliskan hal ini. Ada keributan sebelum saya memulai ujian. Ya, ternyata persoalan pemalsuan kartu ujian yang dilakukan oleh sejumlah teman-teman saya. Itulah yang menjadi perbincangan dalam masalah itu. Saya mencoba mengerjakan soal sambil suka-tidak-suka mendengar semua orang di dalam ruang itu membicarakan hal tersebut. Semua G dalam ruang itu, dari yang bisa saya simak, mereka menyatakan bahwa teman-teman saya yang melakukan pemalsuan kartu ujian dengan cara men-scan itu sebuah tindakan "enggak tahu malu dan kurang aja...

Kumpulan Carpon jeung Analisis

HAYAM KONGKORONGOK SUBUH Kacaritakeun jaman baheula aya oray naga geus lila ngalamun hayang nyaba ka kahiyangan. Unggal isuk eta oray teh osok dangdan mapantes maneh. Tapi keukeuh teu ngarasa ginding lantaran teu boga perhiasan, mangkaning arek ngadeheus ka dewa. Sanggeus mikir manehna inget ka sobatna sakadang titinggi, maksudna arek nginjeum tanduk ka sakadang jago haritamah jago teh aya tandukan menta di anteur ka titinggi. Sanggeus aprok dicaritakeun sakabeh pamasalahan naga ka jago. Maksudnamah nginjeum tanduk ka jago, engke dianteurkeuna deui ku sakadang titinggi cak sakadang naga. Hayam jago teu nembalan lantaran apal jahat jeung licikna naga. Lila-lila naga ngarayu, jago oge merekeun tandukna ka sakadang naga. Cak naga ka jago “engke tandukna dibalikeun deui dianteurkeun ku titinggi samemeh balebat, lamun balebat can balik wae bisi kaula poho ngawangkong jeung dewa, anjeun mere tanda weh kongkorongok sing tarik.” Geus kitumah jung weh naga jenug titinggi t...